Banyak hal yang bisa dilakukan oleh karpet untuk rumah kamu. Ruang tamu tidak lengkap tanpa adanya karpet, begitu juga ruang keluarga akan lebih hangat jika dilapisi karpet.

Karpet juga memiliki banyak manfaat, di antaranya:

Tetapi, dengan begitu banyak pilihan karpet di luar sana, menemukan yang terbaik bisa terasa seperti mencoba memecahkan teka-teki.

Karpet yang tepat bisa dipakai lama dan member kesan tertentu pada rumah. Oleh karena itu, saat kamu memutuskan untuk membeli karpet, putuskanlah dengan baik.

”Karpet yang salah akan membuang uang. Menemukan karpet yang ideal memang tidak mudah,” kata perancang interior yang berbasis di New York

Tips Membeli Karpet

Sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa tips bagi kamu sebelum membeli karpet baru.

1. Tentukan Ukurannya

120518_How-to-Pick-the-Best-Rug-Size-and-Placement-for-Every-Room-Dont-Cheapen-Your-Living-Room-With-the-Wrong-Rug-Size.jpg

Karena membeli karpet termasuk dalam pengeluaran yang mahal, penting bagi kamu untuk mengetahui ukuran karpet untuk dihamparkan di sebuah ruangan.

Kami selalu mulai dengan yang pertimbangan karpet yang simpel sampai ke dekoratif. Apakah ada pintu dan ayunan pintu untuk dipertimbangkan? Apakah ada perapian?

Setelah mempertimbangkan ini, pertimbangkan juga sirkulasi di sekitar area tempat duduk.

Produk yang mungkin kamu suka

Cara yang umum untuk mengukur karpet adalah memastikan bahwa karpet berada di atas dua kursi sofa.

Karpet kecil yang berada di tengah ruangan dan tidak ditambatkan oleh sofa dan kaki kursi sangat tidak disarankan.

“Karpet kecil terlihat seperti menghilang dan tidak cocok. Hal itu tidak begitu indah dipandang,” jelas direktur pemasaran untuk perusahaan karpet

2. Pilih Motif Karpet

membeli karpet

Tips membeli karpet yang kedua adalah memerhatikan motifnya. Karpet bermotif berani dapat berfungsi sebagai titik fokus dekoratif jika digunakan di ruang tamu.

Memutuskan untuk membeli karpet bermotif atau tidak akan tergantung bagaimana konsep keseluruhan rumah.

Di kota, kata Celerie, seringkali klien ingin menggunakan karpet bermotif antik tetapi hal tersebut tidak berlaku di rumah-rumah pedesaan atau pantai.

“Untuk lingkungan yang lebih santai, ada motif cantik yang indah dengan pola di dalamnya, seperti garis-garis halus. Untuk sedikit aksen tambahan, pilih bahan kulit atau suede,” kata desainer interior di New York.

3. Tentukan Bahan Karpet

Living-Room-Rugs-Online-Jaipur-Rugs.jpg

Sebuah karpet hadir dalam banyak bahan, seperti kapas, linen, sisal, goni dan allo; berbulu halus, serat alami seperti wol, sutra dan mohair; dan bahan sintetis seperti nilon dan akrilik yang diwarnai.

Ada juga karpet bukan tenunan yang terbuat dari bahan yang dijahit bersama seperti kulit sapi.

Masing-masing menawarkan tampilan dan nuansa yang berbeda, dengan beragam karakteristik terkait dengan seberapa baik bahan yang dipakai dan seberapa mudah mereka untuk dibersihkan.

Karpet yang terbuat dari bahan nabati seringkali termasuk yang paling terjangkau dan menawarkan tampilan yang mudah dan kasual.

4. Pertimbangkan Pilihan Indoor-Outdoor

membeli karpet

Jika tumpahan dan noda dari anak-anak dan hewan peliharaan menjadi perhatian kamu, tips membeli karpet selanjutnya adalah dari bahan sintetis seperti akrilik yang dicelup larutan, polypropyleneb atau PET (polyethylene terephthalate).

Bahan-bahan ini mudah dibersihkan saat karpet terkena noda, sehingga kamu tidak perlu khawatir saat Si Kecil main di atas karpet-karpet tersebut.

5. Peletakan Karpet di Tiap Ruangan

membeli karpet

Desainer Frank de Biasi, yang juga bekerja sebagai direktur interior untuk arsitek Peter Marino, memberikan beberapa tips untuk membeli karpet sesuai ruangan yang akan ditempati;

– Kamar Tidur: Karpet di sini harus memberikan nuansa yang tenang dan damai. Karpet berbahan kapas yang sejuk akan member kesan yang sejuk seperti wol atau sutra.

Hindari menggunakan karpet gelap dan pilihlah warna-warna terang. Hindari juga pola karpet yang keras.

– Ruang Tamu: Ruang tamu akan memberikan kebebasan untuk kamu dalam memilih pola atau bahan. kamu bisa menerapkan pola yang berani dengan bahan yang lebih keras.

Karpet tidak perlu menjadi elemen dominan, tapi harus menjadi bagian dari skema keseluruhan.

Ruang tamu biasanya memiliki lantai yang indah, apakah itu kayu atau ubin. Jadi, fungsikan karpet sebagai penambah kesan dari keseluruhan konsep ruangan.

– Ruang Makan: Ketika membeli karpet untuk ruang makan, pilihlah bahan wol.

Dengan semua kursi yang berderet di atasnya dan potensi tumpahan makanan atau anggur, memilih bahan yang gampang untuk dibersihkan dan tidak gampang aus adalah yang terbaik.

– Kamar Mandi: Carilah karpet yang nyaman, lembut dan menyerap di bawah kaki, terutama jika kamu akan menginjaknya setelah mandi.

Pilih model dan desain yang menarik dan senada dengan dekorasi ruangan yang lain. Ini akan menambah estetika ruangan.

Membeli karpet yang indah namun berfungsi dengan baik akan menjadi investasi jangka panjang untuk kamu. Bijaklah sebelum membeli karpet ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *